
Sungai Chao Phraya membentang dari utara ke selatan sepanjang 360 km, meruapakan sungai paling panjang di Bangkok. Sungai ini membelah ibukota Thailand ini menjadi dua bagian, timur dan barat. Di sungai inilah dulu terkenal dengan pasar terapung (floating market) namun sekarang sudah tidak ada lagi orang berjualan di atas perahu seperti dulu. Hanya beberapa orang yang menjajakan suvenir dengan perahu dayung mendekati perahu motor yang dinaiki para wisatawan.
Sepanjang pinggir sungai Chao Phraya ini berdiri gedung-gedung tinggi, kampus, rumah sakit dan kuil-kuil megah yang berjejer. Di atas sungai ini juga banyak jembatan penghubung. Jembatan-jembatan yang besar menghubungkan bagian Timur dan Bagian Barat, seperti Jembatan Rama 8, Phra Pinklao Bridge, Memorial Bridge, Phra Poklao Bridge dan Somdej Phrajao Thaksin Bridge di bagian selatan kota Bangkok.
Kuil yang megah dan terkenal juga banyak berdiri di sepanjang Chao Phraya ini. Mulai dari bagian utara ada Wat Kaluhabadee, Dawndueng, Wat Muang Kae dan Wat Suwan di bagian selatan dan yang paling besar adalah Wat Arun.
Di sepanjang singaui ini juga berdiri banyak hotel berbintang, pasar bunga, sekolah, akademi kesehatan, rumah sakit kerajaan dan Istana Kerajaan, The Grand Palace juga kelihatan sangat indah jika dilihat dari sungai ini.
Wat Arun adalah salah satu kuil yang unik. Karena itulah, kuil ini menjadi salah satu tujuan para wisatawan dari berbagai penjuru negara di dunia. Wat artinya kuil dan arun artinya pagi. Ceritanya dulu ada seorang yang menemukan kuil di waktu pagi hari. Maka namanya terkenal dengan sebutan Wat Arun (Kuil Pagi).
Bangunan utamanya berbentuk mirip Candi Prambanan di Indonesia. Tingginya 67 meter dan bahan-bahan bangunanannya didatangkan khusus dari Cina. Disini juga pernah menjadi ibukota negara, sebelum pindah ke seberang sungai di Bangkok Timur.
Untuk menjelajahi seluruh bagian bangunan Wat Arun dibutuhkan stamina yang kuat karena tangganya tersusun dari bawah ke atas untuk menuju ke puncak candi. Dipastikan akan menguras tenaga untuk bisa mengelilingi seluruh bagian Wat Arun ini. Karena itulah sebagian wisatawan hanya memilih melihat dan berfoto dari bawah candi. Bahkan sebagian lagi langsung menuju ke sebelah candi yang merupakan pasar tradisional yang khusus menjual suvenir, seperti kaos, baju dan aksesoris lainnya.
Disini para wisatawan bisa mendapatkan oleh-oleh dengan harga yang relatif murah dan kualitas yang cukup bagus. Tidak seperti suvenir tshirt di tempat wisata lain (termausk di Indonesia) yang biasanya kaosnya memiliki kualitas ala kadarnya, disini kita bisa mendapatkan kaos bergambar aneka ragam ciri negara Thailand dari bahan berkualias cukup baik dengan harga relatif murah. Tshirt dewasa misalnya, hanya dijual 80-100 Baht dan tshirt anak-anak hanya dijual dengan harga 60-80 Baht.
Rombongan kami tidak menyia-nyiakan kesempatan berburu oleh-oleh di Wan Arun ini. Maka ketika waktunya pulang, tidak ada yang tidak membawa kantong plastik, bahkan ada yang membawa lebih dari satu kantong karena banyaknya barang belanjaan yang dibeli. Ada yang membawa tas, kaos, baju, sepatu, sandal, aksesoris dan pernik-pernik lainnya.
No comments:
Post a Comment